Minggu, 21 Juni 2009

Industri Rokok Asing Sedot Uang Masyarakat Miskin

20 Juni 2009 00:31 WIB 0 Komentar

JAKARTA--MI: Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia Abdillah Ahsan di Jakarta, Jumat (19/6) mengatakan investasi British American Tobacco (BAT) terhadap industri rokok Bentoel mengakibatkan perpindahan uang masyarakat miskin ke investor asing meningkat.

"Sebanyak 12 juta rumah tangga miskin di Indonesia merupakan konsumen rokok, sementara perusahaan Bentoel sahamnya 85 persen dimiliki asing, ditambah lagi 97 persen saham Sampoerna yang sebelumnya dibeli oleh Philip Morris," kata Abdillah.

Menurut dia, setiap bulannya alokasi uang rumah tangga miskin untuk merokok sebesar Rp117 ribu, yang berarti lebih besar dibandingkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya sebesar Rp100 ribu. Dengan demikian, katanya, rumah tangga miskin yang mengkonsumsi rokok cenderung mengorbankan kebutuhan pokok rumah tangga.

Rendahnya pengendalian produksi rokok oleh pemerintah, kata Abdillah, mengakibatkan investasi asing masuk dengan bebas ke Indonesia. "Industri rokok Indonesia dibeli dengan harga diatas pasar, namun BAT telah memprediksi peningkatan penjualan," katanya.

Selain itu, rendahnya upah buruh dan petani tembakau di Indonesia menjadi peluang investor asing untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. "Upah buruh di Indonesia sekitar Rp96 ribu per bulan dan upah petani tembakau Rp413 ribu per bulan," kata Abdillah. (Ant/OL-03)