Selasa, 26 Mei 2009

Indonesia Protes Rokok Kretek Dilarang AS



Ekspor kretek akan terpengaruh, meski kretek Indonesia tidak sepenuhnya berada di AS.

VIVAnews - Pemerintah Indonesia sempat menyatakan protes terhadap ketentuan Tobacco Bill yang sedang dipersiapkan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, Tobacco Bill merupakan produk hukum AS yang melarang rokok bercitarasa (flavoured) sigaret dikonsumsi masyarakat di sana. Produk hukum tersebut dikeluarkan untuk mencegah perokok anak-anak semakin meningkat di negara Paman Sam.

"Kita protes, karena ini diskriminatif," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat kerja dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian DPR RI, Selasa malam, 19 Mei 2009.

Diskriminasi yang dimaksud Mari, terkait dengan pelarangan rokok kretek yang menurut pemerintah Amerika Serikat masuk dalam kategori rokok bercitarasa sigaret. Sedangkan rokok menthol yang sebenarnya masuk kategori tersebut, ternyata tidak dilarang dikonsumsi.

"Menthol tidak masuk kategori tapi kok kretek masuk, ini tidak adil," katanya.

Padahal, Mari menambahkan, data empiris menunjukkan konsumsi rokok kretek pada anak-anak yang umurnya di bawah 25 tahun hanya sebesar tiga persen. Sedangkan rokok menthol dikonsumsi hingga 25 persen.

"Ada hal-hal yang secara empiris tidak objektif. Sebab itu, pemerintah Indonesia telah melayangkan surat protes bahwa regulasi tersebut dinilai diskriminatif," ujar Mari.

Menurut Mari, Tobacco Bill saat ini sedang dalam pembahasan senat dan belum sepenuhnya disahkan menjadi sebuah produk hukum. Pembahasan soal pelarangan rokok ini diakui dirinya sudah dilakukan pemerintah AS bertahun-tahun yang lalu, namun baru pertama kali ini sampai ke senat.

"Pemerintah akan melihat dulu apakah aturan ini jadi dikeluarkan atau tidak, baru dipikirkan langkah-langkah mengantisipasi," katanya.

Mari mengakui, ekspor kretek akan terpengaruh meski kretek Indonesia tidak sepenuhnya berada di AS melalui ekspor. "Ada produsen seperti Djarum yang punya pabrik di Brazil mungkin memasok ke sana juga," ujarnya tanpa menyebut berapa besar nilai ekspor kretek ke AS.
• VIVAnews