Bagaimanapun enaknya, Ngeseks ternyata tidak membuat para pecandu rokok ngiler. Mereka lebih mudah memilih tidak ngeseks selama sebulan daripada tidak merokok.
Sebuah survei yang dilakukan Dr. Alex Bobak, Kepala SCAPE (Smoking Cessation in Primary Care), terhadap lebih dari 2.000 perokok di Eropa menunjukkan, 62 persen responden merasa bahwa tahun baru merupakan saat yang tepat untuk berhenti sejenak dari merokok, sedangkan tiga persen merasakan bahwa tahun baru adalah saat yang tepat untuk tidak merokok sama sekali.
Hampir 80 persen perokok Inggris, 70 persen perokok Belanda, Perancis, dan Jerman, serta 55 persen perokok Belgia dan Spanyol menyatakan, "Lebih baik tidak ngeseks daripada tidak merokok selama sebulan."
Meskipun 60 persen dari mereka mau berhenti merokok kalau terkait dengan keluarga dan 35 persen persen sama sekali tidak mau berhenti, banyak dari mereka benar-benar mau berhenti karena alasan kesehatan, setelah itu baru alasan keluarga dan keuangan. Namun, 62 persen dari mereka mulai lagi merokok setelah sebulan tidak mengisapnya.
"Walaupun klinik rehabilitasi rokok dan lembaga pendukungnya tersedia, hanya 22 persen saja yang menyadari kegunaan fasilitas tersebut. Karena itu, untuk mengatasi persoalan ini perlu adanya kombinasi gerakan," tutur Bobak.
Komisi Eksekutif Uni-Eropa mendukung pernyataan Bobak dengan membatasi iklan rokok di berbagai media.
Sumber: Gaya Hidup Sehat kompas cybermedia, Minggu, 23 Desember 2007 - 17:43 wib


